Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Sebuah Cerpen: PELURU NYASAR

Gambar
Karya: Burung Gereja “Apakah tidak ada jalan lain agar kamu dan istrimu bisa kembali bersama? Kasihan anakmu lho, lang.” Seorang perempuan tua menatap miris anak laki-laki semata wayangnya. Gilang menatap ibunya dengan seksama. Ia dapat melihat mata perempuan tua yang dipanggilnya Ibu itu menyimpan harapan dan luka yang sama besarnya. Namun Gilang tidak tahu harus memulai semuanya dari mana. Bahkan Ia sendiri tidak memiliki harapan untuk dapat kembali membangun rumah tangganya setelah apa yang Ia ketahui. Lebih tepatnya, Ia tidak ingin rumah tangganya kembali. * lima tahun lalu Gilang pulang ke kampung halamannya sebagai seorang perwira kepolisian republik Indonesia. Bersamanya ia membawa seorang perempuan yang sudah dipacarinya tiga tahun belakangan. Gilang mengatakan pada ibunya kalau perempuan itu akan ia nikahi secepatnya, tinggal menunggu persetujuan dari Ibunya saja. “Kamu tidak pernah memberi tahu ibu kalau kamu sudah punya pacar. Sekarang kamu bawa seorang pere...

NAMANYA BULAN

Gambar
Karya: Burung Gereja Malam semakin larut dan jam sudah menunjukkan pukul satu lebih seperempat menit. Aku memacu motorku di kecepatan enam puluh kilometer per jam menuju Bekasi. Jalanan yang sesak dalam kondisi pembangunan proyek daerah mulai menyuguhkan sepi tanpa tawar menawar lebih dahulu. Aku tidak menyukai sepi, maka dari itu aku tidak begitu betah berlama-lama di kosku yang notabene dihuni oleh para pekerja kantoran yang menempatkan kos sebagai tempat beristirahat dan mencuci tubuh dari bekas-bekas kelelahan. Aku selalu ingat kata teman-temanku di komunitas ojek online yang kuikuti sejak enam bulan lalu. “Hati-hati kalau pulang larut malam. Apalagi menuju Bekasi, banyak begalnya itu.” Aku mulai merinding. Bulu kudukku menegak kaku. Ini kali kesekian aku pulang larut malam tapi tidak seorang diri. Biasanya ada Jerry, teman sekosku, yang ikut pulang bersamaku.  Jerry mengabariku tadi sore bahwa ia mendadak diminta ke Bandung bersama anggota senat mahasiswa untuk ...

KATA & KITA

Gambar
Karya: Burung Gereja -Nandar- “Cinta bukan hanya sebatas kata yang kau tuang dalam puisi. Kau perlu mencurahkan dirimu secara utuh ke dalamnya agar ia tahu bahwa kau benar-benar menginginkannya. Namun, kau harus ingat bahwa Kau tidak bisa membatasi pergerakannya sampai ia benar-benar tahu di mana ia perlu menyerahkan seluruh keutuhannya demi sebuah jiwa.” Aku menatap gadis pirang yang duduk di hadapanku. Nama gadis itu Laras. Sahabat perempuanku satu-satunya. Kami berkenalan ketika mengikuti sebuah acara sastra di Jogja. Kala itu kami sama-sama menjadi pembicara. Setelah berkenalan dan bercerita panjang lebar ternyata kami berkuliah di kampus yang sama dan mengambil jurusan yang sama pula hanya berbeda kelas. Aku sampai di rumahnya beberapa jam yang lalu, setelah menjadi pembicara di salah satu acara sastra di kota Padang. Seharusnya Laras ikut bersamaku, namun ia berhalangan karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Kedatanganku ke rumahnya juga atas permi...